Cerita Kami

Latar Belakang

EU (Uni Eropa) adalah salah satu mitra dagang terbesar yang memiliki sejarah panjang di berbagai saluran dan penawaran produk. Di antara negara-negara ASEAN, Indonesia menempati urutan ke 5 dalam hal mitra dagang di EU, dengan 10,3% (US$ 17,1 miliar) dari total barang ekspor ASEAN ke UE senilai US$ 166,1 miliar. Sementara Vietnam berada di peringkat 1 dengan kontribusi total US$ 56 miliar dari PDB mereka. Data di atas menunjukkan peluang signifikan bagi Indonesia untuk lebih serius menembus pasar EU.

Indonesia memiliki apa yang diperlukan untuk bersaing secara global karena semua sumber daya tersedia, dan pemerintah telah mendorong sektor swasta dan pemerintah untuk berpartisipasi. Selain itu, untuk fokus, sangat penting bagi Indonesia untuk menemukan produk unggulan yang akan bersaing di pasar global. Oleh karena itu, semua elemen, dalam hal ini pemerintah dan sektor swasta sebagai pemangku kepentingan, perlu memiliki sinergi untuk menciptakan strategi untuk mempromosikan dan memetakan produk-produk Indonesia kelas dunia di pasar internasional.

Sebagai salah satu sektor swasta yang melihat peluang pasar ini dan keinginan untuk mempromosikan produk-produk Indonesia, kami mendirikan RIBV (Roemah Indonesia BV) yang menempatkan hub Eropa di Amsterdam. Belanda yang memiliki sejarah panjang dengan Indonesia dan juga keterikatan sosial-budaya pada masyarakatnya. Ini membawa nilai tambah untuk memilih hub, yang akan berfungsi sebagai gerbang utama ke pasar Eropa.

RIBV dibuat sebagai one stop shopping yang menampilkan Indonesia dari A hingga Z, semuanya tentang Indonesia. Tidak terbatas pada produk ekspor, tetapi juga berfungsi sebagai hub pusat untuk melayani sebagai pusat informasi yang dicari oleh para pemain bisnis potensial Eropa.


Roemah Indonesia BV (RIBV) dalam Gambaran Singkat

  • Bisnis swasta yang didirikan dan mematuhi hukum Belanda.
  • Ini adalah tempat lokal permanen untuk ekspor produk dan layanan Indonesia unggul seperti Kerajinan, Mode, Makanan, dll. MICE untuk mempromosikan bisnis mereka dan mendapatkan akses ke pasar global.
  • Menciptakan peluang B2C dan B2B untuk pemilik bisnis dari seluruh komunitas bisnis Uni Eropa.
  • Memposisikan RIBV sebagai bagian dari MICE yang akan berfungsi sebagai pusat informasi Indonesia untuk dan dari para pemangku kepentingan Indonesia.
  • Mempromosikan Indonesia untuk meningkatkan potensi ekspor barang dan jasa ke rekanan di Komunitas Uni Eropa.

Visi & Misi

Visi

Menciptakan, menghubungkan, dan menghadirkan inovasi pasar dari 4 pilar ekonomi Indonesia yaitu Perdagangan Global, Pariwisata, Menarik FDI (Investasi Langsung Asing), dan Branding Negara ke pasar global.

Misi

Untuk melayani sebagai pusat informasi Indonesia ke pasar global yang dapat diakses secara universal untuk memasukkan produk dan layanan Indonesia dalam pasar internasional.

Pendiri

Suryo Tutuko


Suryo Tutuko - Roemah Indonesia

Tutuko memiliki latar belakang serbaguna di berbagai industri. Dia memulai masa kerjanya di industri perbankan pada tahun 1999. Dia memulai karirnya di Indover Bank selama 18 tahun di berbagai divisi yang mendapatkan kontribusi signifikan dalam karirnya. Dia kemudian naik dalam kehidupan perusahaannya di beberapa industri keuangan di divisi FI sebelum beralih karirnya ke sektor nyata yang berhubungan dengan bisnis ekspor dan impor dari Belanda di mana dia telah tinggal selama 25 tahun terakhir.

Dengan jejaring luas yang ia bangun, ia mampu memanfaatkan peluang bisnis dan bertindak sebagai pemasok peralatan medis dari Belanda ke Indonesia. Dia kemudian memperluas bisnisnya untuk menjadi perwakilan impor produk Indonesia ke Belanda.

Seiring pertumbuhan bisnis, ia meningkatkan kontak bisnisnya dengan membentuk InterAromat BV yang berfungsi sebagai pusat impor dan penjualan produk Indonesia ke kota-kota di Belanda, juga melayani pasar Eropa terpilih lainnya.

Tutuko joined RIBV in 2020 and is very instrumental in RIBV where he as founder become a point of contact of G to G, B2B relation. He granulates together with other founders to make RIBV role as a permanent house for one stop shopping for Indonesia product champions. Tuko is the CEO of the newly set up RIBV. His role is to spearhead of business plan that include budgeting strategy as well the interconnecting to the end user in Europe.

Dindin Mediana


Dindin Mediana - Roemah Indonesia

Dindin memiliki pengalaman 30 tahun di industri jasa keuangan dan non keuangan yang membentuk keterampilan dan kompetensinya di tempat dia berada. Kredensialnya termasuk bekerja di berbagai MNC keuangan di Singapura dan Indonesia, yaitu Citibank, UBS, Credit Suisse, dan Barclays untuk melayani individu dan entitas segmen HNW dan UHNW sebagai advisor untuk memberikan solusi yang layak secara finansial dalam bisnis keluarga dan perusahaan terkait.

Semangatnya tidak hanya terbatas pada interaksi dengan industri multi-komersial, ia juga sangat terlibat dalam pertanian kopi berkelanjutan yang mempromosikan Indonesia sebagai produsen kopi organik. Visinya untuk memberitahu khalayak adalah untuk memastikan pertanian hutan kopi adalah mengenai pengalaman hidup untuk menghasilkan kopi organik berkualitas baik tidak hanya terbatas pada produk, tetapi juga membawa gaya hidup dan kesadaran yang kuat dalam konservasi. Seluruh siklus proses melibatkan misi mempromosikan kesejahteraan petani, melestarikan hutan tropis dan keanekaragaman hayati untuk menghasilkan kopi organik berkualitas di hutan yang ada di Indonesia. Hal ini segaris dengan apa yang diharapkan konsumen, yang didominasi oleh segmen milenial di seluruh dunia.

Selama beberapa dekade terakhir, dengan keterlibatannya yang panjang dalam ruang kuliner, ia mendirikan bersama mitranya untuk menciptakan segmen pasar kopi untuk domestik dan internasional yang layak secara komersial di bawah PT GFP Indonesia. Ini membantunya untuk melembagakan misinya, pada saat yang sama melibatkan produk green label yang akan dipromosikan Indonesia secara internasional.

Bersama dengan pendiri lain, mereka mendirikan Roemah Indonesia B.V. untuk memperluas tujuan mimpinya untuk terlibat dalam mempromosikan Indonesia di pasar internasional, terutama di Uni Eropa.

Beberapa kredensialnya adalah:

Menyampaikan konsep konservasi kopi ke pasar bersama dengan pelopor produsen organik Javara Brand dan membawa konsep tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar akan produksi label yang lebih berkelanjutan.

Menyampaikan konsep baru restoran organik bersama dengan Javara Group dengan moto: eat, learn, and shops concept in Semarang, Kota Lama.

Rina R. Maksum


Rina R. Maksum - Roemah Indonesia

Saat ini menjabat sebagai Komisaris di beberapa perusahaan di bawah PT Dyandra Media International (terdaftar di BEI), perusahaan induk dari PT Dyandra Promosindo dan PT Nusa Dua Indonesia. Dia memulai karirnya sebagai pengusaha pada tahun 1994 dengan menjabat sebagai CEO PT Dyandra Promosindo, mengelola pameran di berbagai industri, yaitu otomotif, sektor keuangan, perjalanan dan gaya hidup, produk berbasis konsumen, dll. Sejak saat itu, perusahaan telah berkembang menjadi bisnis terkait Meeting Incentive Convention and Exhibition (MICE) terkemuka di Indonesia dengan 4 pilar fokus dalam pameran (EO), hotel, pusat konvensi, dan kontraktor terkait pameran.

Beberapa kredensialnya adalah:

Indonesia Pavilion World Expo, Asian Games, Paralympic Games 2018, Event APEC Bali 2013, Event IMF World Bank Bali 2018, Event IIMS sejak 2005, IFEX sejak 2007, dll.

Dengan pengetahuan dan pengalamannya yang luas dalam industri MICE, ia terus terlibat dalam perusahaan dan menjabat sebagai Komisaris dan anggota Direksi di beberapa Grup Dyandra dan Anak Perusahaannya. Posisi eksekutif terakhirnya adalah Presiden Direktur (CEO) dari perusahaan induk grup PT DMI dari 2016 - 2019. Perannya adalah mengawasi keseluruhan kegiatan perusahaan yang beroperasi di bawah grup.

Ibu Rina R. Maksum lulus dalam bidang Arsitektur dari Universitas Tarumanegara, Jakarta (1991). Dia juga melanjutkan gelar masternya dan meraih gelar MBA di bidang Pemasaran dari Prasetya Mulya Business School, Jakarta (1993).

Tantrie Soetjipto


Tantrie Soetjipto - Roemah Indonesia

Tantrie memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman berganda di industri keuangan dan non keuangan yang menguntungkan kemampuannya untuk menjadi salah satu pemimpin di bidangnya. Saat ini ia melayani dengan penunjukan sebagai Komisaris di Panin Dubai Syariah Bank.

Semangatnya dalam mengembangkan kesadaran akan kesetaraan gender yang inklusi selama 6 tahun terakhir membawanya untuk terlibat dalam WPC (WomenPreneur Community) sebagai Co-founder. Perannya adalah untuk mendidik, memelihara, dan secara langsung melibatkan pemberdayaan perempuan dalam komunitas bisnis di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, ia memiliki lebih dari 15.000 UKM yang dipimpin oleh wanita yang merupakan ibu rumah tangga dan pengusaha. Konsep pemberdayaan ini telah banyak dipromosikan oleh pemerintah dan sektor swasta tetapi hanya sedikit yang berhasil menyampaikan jaringan dan penyaluran di antara perempuan untuk bersinergi menciptakan peluang bisnis, baik pasar domestik maupun global.

Seiring dengan semangatnya dalam konsep hidup berkelanjutan dan pekerjaannya di masa lalu, ia juga bergabung dengan perusahaan induk merek Javara Organic yang terkenal, PT Kampung Kearifan Indonesia sebagai mitra. Perannya adalah merumuskan strategi pemasaran Javara Organic untuk menembus pasar domestik dan internasional agar lebih fokus dan dikelola secara efisien.

Dengan masa jabatannya di berbagai industri, ia menjadi rujukan untuk menghubungkan titik antara pusat finansial dan nonfinansial. Ini penting bagi kedua belah pihak untuk memahami model bisnis yang layak untuk industri.

Beberapa kredensialnya adalah:

Sebagai pembicara dalam berbagai seminar domestik dan internasional:

SheTrades Global/International Trade Center - Liverpool, UK (June 2018) - The Role of Women in the SME Business;

UNHCR General Assembly, Geneva, 2018 - Human Right in International Supply Chain;

UNFCC-CO 26, Madrid 2019 - Business Incubation on Building Climate Resilience in Communities;

id_ID